Home / Inspiration  / 6 Interaksi Yang Makin Susah Dilakukan Saat Anak Mulai Besar

6 Interaksi Yang Makin Susah Dilakukan Saat Anak Mulai Besar

Kita melihat diri kita versi kecil yang masih mentah pada anak-anak kita. Sedang mereka melihat ayahnya sebagai seorang superhero. Saat mereka masih lugu melihat kita sebagai superhero itulah, saat paling mudah mengambil hati mereka. But they

Kita melihat diri kita versi kecil yang masih mentah pada anak-anak kita. Sedang mereka melihat ayahnya sebagai seorang superhero. Saat mereka masih lugu melihat kita sebagai superhero itulah, saat paling mudah mengambil hati mereka.

But they grow up so fast!

Apa yang bisa kita lakukan hari ini beberapa saat kemudian menjadi susah diulang karena fisik dan emosi mereka tumbuh dengan cepat. Kayaknya baru kemarin kita menuntunnya belajar jalan, hari ini kita sudah ngos-ngosan mengejar larinya. Kayaknya baru kemaren dia minta digandeng dan dipeluk, tiba-tiba dia sudah nggak mau lagi deket-deket ayah karena nggak mau dikatain anak manja.

Tapi sesempit apapun waktu kita, yang paling penting adalah menguatkan bonding dengan si kecil melalui kebiasaan sehari-hari.Caranya adalah dengan berinteraksi sebanyak mungkin dengan mereka. Interaksi antara bapak anak itu sangat penting bukan hanya buat kita, tapi juga untuk anak-anak karena menguatkan bonding. Kalau bondingnya kuat, maka hubungan jadi manis dan penuh warna. Koneksi dengan orang tua adalah satu-satunya alasan anak rela mengikuti aturan kita. Anak yang sudah klik dengan orangtuanya lebih mudah diajak bekerjasama.

Berikut beberapa kebiasaan yang lebih mudah kita lakukan saat mereka masih kecil untuk membangun kedekatan, dibanding saat mereka tumbuh besar nanti. Dah, percayalah, tidak lama lagi kita akan merindukan momen-momen ini.

ayahadacom-gendong

The Power of Touch
Gendong, peluk, elus dan cium menciptakan perasaan nyaman yang memicu perilaku positif pada anak. Sayangnya, makin besar mereka akan lebih sulit dan bahkan menolak untuk bersentuhan secara fisik dengan Ayahnya sendiri. Ada saja alasannya. Nggak mau dicium karena protes kumis, nggak mau digandeng karena malu sama temannya. Apalagi digendong, kali ini bukan cuma kemauan anak yang menghalangi, tapi bisa juga karena kemampuan punggung bapaknya yang sudah tak mampu mengimbangi perkembangan berat badan anaknya.

ayahadacom-main

Playfull Habit
Bermain dan tertawa hihahihi membuat Ayah dan anak nyambung karena stimulasi endorfin dan oksitoksin yang positif. Gelak tawa juga bisa mengusir kecemasan dan kejenuhan anak, membuat mereka lebih dekat dengan kita. Duduk sambil bermain bareng juga meningkatkan konsentrasi anak lho. Yuk Yah, manfaatin momen ini sebelum mereka lebih suka main bareng teman-temannya dan ‘mengusir’ kita. “Ngapain sih Ayah ikut-ikutan!”

ayahadacom-dongeng

Storytelling
Membacakan dongeng memang punya banyak manfaat buat anak. Dari pengenalan kosakata baru, meningkatkan kemampuan mendengar, melatih emosi, perasaan, dan banyak lagi. Nah, saat si kecil masih bergantung sama Ayahnya, tuturkan dan bacakan sebanyak mungkin cerita. Karena praktis kita cuma punya kesempatan sekitar 5 tahun saja. Begitu dia bisa membaca sendiri, Ayah bakal tidak dibutuhkan!

ayahadacom-curhat

Connected Conversations
Sebuah hubungan dimulai dari mendengar. Dengan mendengar, kita bisa merasakan dan melihat sesuatu dari sudut pandang anak. Mendengar lalu berempati akan membuat anak merasa dihargai. Jadi Yah, lebih sensitif lah dengan gesture anak. Tutup laptop dan letakkan handphone saat si kecil pengen curhat. Dengarkan kegelisahannya dari kecil, di jamin, sampai dia besar nanti kita akan tetap jadi teman curhat terdekatnya.

ayahadacom-ajar

Little Life Lesson
Ajari mereka hal-hal baru yang menarik perhatian mereka dan coba cari jawaban atas setiap pertanyaan yang keluar dari mulut si mungil. Kuncinya kalau nggak tahu jawabannya, jangan ngeles, cukup minta waktu untuk mencari jawaban. Bukan hanya anak yang belajar, orang tua jadinya juga ikut belajar. Banyak hal bisa diajarkan ke anak: Mengenal huruf dan angka, membaca jam, mengejar kupu-kupu, mencari posisi venus, mengikat tali sepatu, memasang dasi, melatihnya naik sepeda roda dua, memakai obeng, sampai cara membuka kemasan snack. Asiknya Yah, pelajaran tentang hal-hal sederhana itu akan mereka ingat seumur hidup!

ayahadacom-nasehat

Great Values
Mengajarkan nilai hidup, moral dan etika sebaiknya memang dilakukan sejak kecil karena akan menjadi kebiasaan baik. Menghargai orang lain, meminta maaf ketika salah, membantu yang membutuhkan, berbicara dengan sopan, berkata jujur, dan berlaku adil bahkan bisa kita ajarkan sebelum mereka berumur 5 tahun. Selain nilai-nilai itu akan lebih mudah nempel, kita juga akan lebih mudah menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaannya yang masih sederhana.

Percaya deh, waktu bersama anak ini begitu cepat berlalu. Jangan sampai kemudian kita baru sadar ada begitu banyak yang belum kita ajarkan pada anak-anak kita.

redaksi@ayahada.com

Review overview
1 COMMENT
  • Tukang Dongeng August 18, 2016

    sangat bermanfaat sekali, saua jadi tahu sekarang. kadang saya sibuk sendiri dengan pekerjaan saya. terima kasih telah berbagi sekalian mengingatkan. salam sukses

POST A COMMENT

Share This