Home / Gear  / Ternyata Rating Film G Itu Artinya Galau!

Ternyata Rating Film G Itu Artinya Galau!

Seorang teman bercerita dengan muka sedih. "Kepala kayak habis dibogem palu raksasa" katanya. Lalu mengalirlah cerita yang bikin kami semua yang mendengarkan kaget. Apa yang selama ini kita takutkan terjadi sama anak kita, ternyata bisa dimulai

Seorang teman bercerita dengan muka sedih. “Kepala kayak habis dibogem palu raksasa” katanya.
Lalu mengalirlah cerita yang bikin kami semua yang mendengarkan kaget. Apa yang selama ini kita takutkan terjadi sama anak kita, ternyata bisa dimulai dari hal yang sangat sederhana.

Ceritanya, sang anak yang baru berumur 6 tahun, wekeend lalu menonton video-video yang menjurus pornografi. Ketahuan karena sang ayah mengecek history video yang di play di handphonenya.
Begitu dilihat dihistory search youtube, si anak yang baru bisa menulis itu mengetik “cowociumcewe”! Hasil searchnya tentu saja bisa kemana-mana, lalu nyambung ke related video yang makin menjurus dan berbahaya.

Duh!

Setelah diinterogasi, jawaban anaknya mengejutkan. Keisengan itu bermula dari anak yang menonton film Spiderman di tv kabel. Sialnya, diantara ribuan adegan, yang menancap di kepala anaknya adalah adegan saat Spidey mencium Mary Jane dalam posisi terbalik.

“Gue kecolongan” katanya. Temen satu ini bercerita bahwa sudah membatasi anak-anaknya pegang gadget termasuk nonton tv. Gadget dan TV cuma bisa ditonton saat weekend.

Hmmm, berarti soal adegan dewasa, apa yang kita anggap selesai saat menutup mata anak-anak kita pas ada adegan dewasa ternyata tidak selesai sampai disitu.Apa yang kita kira sudah difilter ternyata belum efektif. Apa yang kita anggap aman ternyata bukan.

Cerita ini langsung menyalakan alarm di kepala kami, terutama yang sudah punya anak. Diskusi kemudian berlanjut soal rating film. Tentang film-film dengan rating G, General Audience alias untuk semua umur yang ternyata belum tentu aman. Apalagi yang punya rating PG, Parental Guidance Suggested, disarankan dalam pendampingan orangtua. Padahal film-film Pixar dan Disney pun ada dirating PG ini.

Seorang teman lain lalu menceritakan strateginya, setiap kali si kecil minta nonton di bioskop. Yang dia lakukan adalah menonton film itu lebih dulu. Baru setelah menonton dan menurutnya aman, si kecil diajak. “Sedikit boros memang, tapi itu masih cara terbaik” katanya.

Kami beramai-ramai mengangguk. Tapi sehabis itu teman-teman AyahadaCom penasaran. Harusnya sudah ada yang membuat rating yang lebih detail tentang film-film yang aman buat anak selain rating standart G, PG, G-13 dan seterusnya. Jadi bisa membantu orangtua menilai sebuah film tanpa harus menontonnya lebih dulu.

Dan syukurlah setelah ngubek-ngubek internet, kami menemukannya!

Sebuah situs yang menilai film dari sudut yang lebih detail. Sistem ratingnya dinilai dari 3 kategori: Sex/Nudity, Violence/Gore, dan Profanity. Nama situsnya Kids In Mind.

Sebagai contoh situs ini menilai Jungle Book (2016) dengan rating 1.4.1, artinya dinilai 1 poin sex/nudity, ada 4 poin violence/gore dan dapat 1 poin profanity. 1 poin sex/nudity itu karena si Mogwli sepanjang film bertelanjang dada dan hanya memakai celana kain yang minim. Para reviewer juga mencatat ada 12 adegan kekerasan atau kekejaman dalam film ini. Inilah yang kemudian membuat film ini dapat rating 4 di poin violence/gore-nya.

Sementara film Angry Bird The Movie (2016) mendapat rating 3.3.2 ! Lumayan tinggi ketidak-amannya buat anak-anak. Salah satu yang dinilai berbahaya adalah ada 2 poin untuk profanity. Kata-kata kasar termasuk F word berkali-kali diucapkan oleh para burung lucu ini. Meskipun di ‘samarkan’ dengan kata ‘Flock’ atau ‘Pluck’ tetap saja itu sebuah makian.

Jadi, lain kali sebelum membawa anak-anak ke bioskop, Ayah harus memasikan sudah membaca reviewnya di kids in mind. Setelah itu pertimbangkan masak-masak untuk menolak untuk mengiyakan rengekan mereka.
Lebih mudah dan murah kan? Thanks to para ratinger dan parent reviewer di http://www.kids-in-mind.com

redaksi@ayahada.com

Review overview
2 COMMENTS
  • siuplug June 21, 2016

    nontonnya syamil dan dodo aja pak, atau upin ipin, hehe

  • prast June 26, 2016

    terimakasih informasi situsnya… makin rapat sekarang filter buat film supaya ramah anak. yang masih pe er mah sinetron indo paak… butuh filter lebih deh sepertinyaaa…

Post a Reply to siuplug Cancel Reply

Share This